Example floating
Example floating
Berita

Manajemen PT LPPBJ Angkat Bicara: Tidak Ada Gaji Tertunggak, Persoalan THR Dipicu Gangguan Produksi

7
×

Manajemen PT LPPBJ Angkat Bicara: Tidak Ada Gaji Tertunggak, Persoalan THR Dipicu Gangguan Produksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lahat – Management PT. Lahat Pulau Pinang Bara Jaya (PT. LPPBJ ) membantah adanya Isyu kalau pihaknya tidak membayar gaji karyawan. Kami sangat taat hukum dan kami selalu bayar gaji karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku . Adanya Isyu yang beredar bahwa ada karyawan tidak dibayar gaji itu sangat tidak benar alias berita bohong.

 

Dihubungi via whatsapp Humas PT. LPPBJ mengatakan tidak ada karyawan yang tidak di gaji, semuanya di gaji sesuai aturan yang berlaku dan sesuai kinerja karyawan (Selasa 21/04/2026)

 

 

Ditambahkannya memang ada sedikit miskomunikasi terkait pembayaran THR, sebab penjualan batubara terhambat karena truk tidak bisa lewat jalan umum per Januari 2026 kemarin lantaran ada kebijakan Gubernur Sumsel terkait larangan jalan umum dilewati truk batubra.

 

Management internal LPPBJ sempat ada rencana untuk memberhentikan sementara aktivitas produksi tambang dan itu berarti banyak karyawan yang dirumahkan. Tapi rencana tersebut tidak disetujui oleh Owner karena akan berdampak buruk pada karyawan, sehingga aktivitas produksi tetap berjalan namun target tidak besar sekitar 30.000MT/ bulan dan itu pun tidak tercapai lantaran adanya karyawan yang mogok “jelasnya.

 

Sementara itu salah satu Direktur dan Owner LPPBJ Subrata S menambahkan , tidak ada niat dari LPPBJ untuk tidak bayar THR , keterlambatan pembayaran THR bukan tidak beralasan. Adanya Mogok kerja sebelum lebaran oleh beberapa karyawan produksi salah satu penyebab THR mereka belum dibayarkan. Kita ada kerjasama dengan buyer tetap dan jika target produksi tidak tercapai maka income ke LPPBJ juga akan terhambat, eronisnya adanya Isyu karyawan yang mogok tanpa alasan membuat pihak buyer menunda transferan masuk ke LPPBJ dan parahnya lagi oknum karyawan tersebut tetap mengisi absensi tapi tidak melakukan pekerjaan seperti biasanya. Jadi sebenarnya ini ada miskomunikasi antara karyawan dengan office di Lahat, jadi kedepan akan kami evaluasi secara internal dan bagi karyawan yang tidak menaati aturan akan kami beri sanksi tegas” jelasnya.

 

Lebih dalam lagi, ditambah adanya laporan karyawan ke Dinas terkait yang menambah runyamnya permasalahan namun hal ini sudah ditangani oleh tim HRD LPPBJ dan sudah berkoordinasi ke dinas terkait sehingga sebenarnya ini sudah mengerucut.

 

Adanya Isyu LPPBJ penjajah adalah sangat tidak benar ,ini murni kriminalisasi publik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, lebih mengarah ke tidak senangan ke LPPBJ sebab saat ini di Merapi Selatan LPPBJ salah satu tambang yang masih tetap beroperasi hingga saat ini.

 

Dimana dengan adanya tambang LPPBJ sudah membuat masyarakat sekitar hidup sejahtera, membuat roda perekonomian berjalan lancar, banyak anak sekolah terbantu dan masyarakat sejahtera karna menjadi bagian dari LPPBJ.

 

Jadi ,mohon maaf jika ada yang mengatakan LPPBJ penjajah ,mesti orang tersebut diperiksa kejiwaannya karena tidak sesuai dengan apa yang terjadi saat ini. Ratusan warga kerja di LPPBJ demi menghidupi anak ,istrinya dan apa lagi owner LPPBJ adalah asli orang Lahat orang peribumi sendiri bukan orang asing mestinya kita bersyukur ada pribumi yang bisa mengelolah sumber daya alam di tanah kita tentu untuk kesejahteraan bersama.

 

(Tim )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *